3 Jenis TOEFL

Tes kemampuan bahasa inggris ragam baku, atau dikenal dengan TOEFL (Tes of English as a Foreign Language), sejak disusun pada tahun 1963 telah menjadi sarana untuk mengukur kemampuan berbahasa inggris bagi penutur non-inggris yang sangat populer di seluruh dunia. Jutaan perserta dari seluruh dunia setiap tahun selalu mengantri untuk bisa mengikuti tes tersebut, baik dalam penyelenggaraan tingkat lokal (dengan tes yang di sesuaikan dengan standar tes TOEDL aslu atau TOEFL-Like Test) maupun secara nasional dan internasional yang berkedudukan di Princenton, Amerika Serikat.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, khusus nya dalam bidang elektronik dan media komunikasi, TOEFL juga turut mengalami sejumlah perkembangan dan modifikasi dalam hal prosedur pengerjaan soal-soalnya. Hingga sekitar tahun 1990-an, sebagian besar orang masih mengikuti test TOEFL dengan cara pengerjaan yang paling biasa, yaitu dengan menggunakan kertas dan pensil. Beberapa tahun kemudian, muncullah TOEFL dengan model komputer atau Computer-Based TOEFL (CBT), sebelum akhirnya TOEFL model ini dikalahkan oleh kepopuleran TOEFL berbasis jaringan internet atau Internet-Based TOEFL (IBT) yang diluncurkan pada tanggal 24 September 2005. Setahun setelah munculnya IBT, penggunaan tes bahasa inggris super canggih dan praktis ini pun telah meluas ke seluruh dian setelah sebelumnya “meledak” di Kanada, Jerman, Italia, dan Prancis. (Sharpe, 2007 : 10).

Meskipun hampir semua butir-butir soal dalam tes TOEFL berupa soal-soal pilihan ganda, banyak pihak yang masih mempercayai keandalan TOEFL sebagai parameter untuk mengukur sejauh mana penguasaan bahasa Inggris ragam baku seseorang. Munculnya kelompok soal writing dan speaking pada tes TOEFL model CBT dan IBT merupakan upaya penyeimbang untuk mengecek kemampuan motorik peserta tes dalam keterampilan menulis dan lisan. Dalam TOEFL CBT, soal-soal writing sering digabungkan bersama kelompok soalstructure di mana skor keduanya digabungkan menjadi satu dengan bobort skor untuk masing-masing tipe soal 50 persen. Dalam TOEFL IBT, soal writing berdiri sendiri dan terbafi atas (1) kelompok soal membuat karangan berdasarkan teks bacaan dan ceramah yang diperdengarkan (intergrate writing atau karangan terpadu); dan (2) kelompok soal yang membuat karangan bebas (independent essay).

Pada TOEFL IBT, dalam kelompok soal berbicara atau speaking section, disebutkan bahwa maksud dari di adakannya ujian secara lisan adalah untuk menjajaki kemampuan peserta dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam tingkat akademik. Masing-masing peserta mendapat enam pertanyaan yang harus di jawab, dan selama pertanyaan itu dibacakan, peserta dibolehkan membuat catatan-catatan seperlunya. Para penilai atau juru skor bertugas mengevaluasi kelancaran keterampilan berbicara (speaking skill) dan ketepatan jawaban ddari para peserta. Untuk setiap pertanyaan, peserta diberi waktu untuk menjawab sekitar 45-60 detik. Seperti halnya kelompok soal writing, soal speaking dalam TOEFL model IBT juga terdiri atas kelompok soal dengan jawaban bebas (independent speaking question) dan soal dengan jawaban berdasarkan wacana yang di sajikan secara tulis maupun lisan (intergrated speaking question).

Salah satu contoh dari soal bentuk bebas dalam soal speaking adalah pertanyaan cara memperoleh berita sehari-hari. Peserta ditanya mengenaimetode mana yang sering ia gunakan berita di TV yang lebih praktis atau dengan membaca surat kabar yang lebih lengkap. Peserta lalu diminta memberikan pilihannya disertai argumentasi yang tepat dan masuk akal. Untuk pertanyaan bentuk terpadu, setelah membaca dan mendengarkan suatu wacana, peserta harus dapat menjawab dan mendengarkan suatu yang didasarkan pada wacana terkait. Sebagai contoh, dalam suatu kuliah tentang antropologi, seorang profesor berbicara mengenai suku Aborigin. Setelah ia selesai menjelaskan, peserta diberi pertanyaan yang harus dijawab berdasarkan materi kuliah profesor tadi, misalnya : “Jelaskan secara ringkas beberapa karakter dan perilaku khusus dari orang-orang suku Aborigin.”

Demikianlah sedikit gambaran mengenai kelompok soal pada TOEFL yang paling mutakhir, khusus nya mengenai jenis-jenis soal terbaru yang belum pernah ada dalam versi-versi TOEFL terdahulu. Selanjutnya, silakan Anda memahami, membandingkan, dan melihat sendiri berbagai perbedaan-perbedaan lain yang terdapat dalam ketiga bersi TOEFL tersebut dengan contoh-contoh yang telah penulis coba rangkum coba buku ini.


Powered by WordPress | Free Best Free WordPress Themes | Thanks to WordPress Themes Free, WordPress Themes and Themes Directory